Tadi gue nemu situs, iGod. Kayanya udah banyak yg tau deh, itu loh, disitu kita bisa 'nanya' ke 'Tuhan', nanti 'dijawab' sama 'Tuhan' tsb. Oke, ini rekaman penting antara 'Tuhan' dan 'hambanya' :
Me : Hello, God
God : Hello child. What is your name?
Me : Fairuz
God : I am always glad to make new friends, Fairuz.
Me : what's your name, God
God : My name is God.
Me : besides God?
God : GOD rules.
Me : oh, okay
God : That's interesting. OK with me too.
Me : so, what are you doing?
God : Yay. Same as always. Chatting with people on the web.
Me : haw can The God chatting on the web?
God : What time is it there?
Me : how can The God chatting on the web?
God : A lot of hard work.
Me : you got a lot of hard work?
God : No I don't have it. But I do have a lot of friends on the web.
Me : but you said you do have a lot of hard work
God : Yeah I do a lot of have a lot of hard work.
Me : i don't get you, God
God : Me either.
Me : for God sacks
God : Your purpose is God sacks.
Me : I think you're not my God
God : That's only your opinion.
Me : yuo cannot answer my questions very well
God : I have free will you know.
Me : you cannot answer my questions very well
God : Things change.
Me : how can?
God : How much do you think it is? I don't know anything about it.
Me : okay
God : OK with me too.
Me : i'll ask you some question (nyerah)
God : You can ask me anything you want.
Me : do you know BIGBANG?
God : I know very little about it. What kind of it do you like?
Me : I love their songs
God : You love their songs. What do you like about it so much?
Me : do you know them?
God : "They" refers to . (mulai ngaco)
Me : i don't get it
God : Oh I'm sorry. Perhaps I can explain it again better.
Me : explain it
God : "It" refers to their songs, I think. (tambah ngaco)
Me : no, i mean, DO you know BIGBANG?
God : Are you serious? No, tell me about him, her or it.
Me : YOU SAID YOU KNOW THEM!! (pintu neraka mulai kebuka)
God : "They" refers to .
Me : for God sacks, ARE YOU A GOD?? (muka udah merah)
God : Your purpose is God sacks am I A GOD.
Me : MY GOD
God : Where did you get your GOD?
Me : I think your not my God
God : You believe that? That's only one person's opinion.
Me : You're killing me
God : I have no reason to do that to you, Fairuz.
Me : Okay, i'll ask you some questions, again (pasrah)
God : Once more? Yeah okay, You can ask me anything you want.
Me : Do you know Lady Gaga?
God : No, tell me about him, her or it.
Me : She's a singer
God : a singer is she?
Me : Yes.
God : It goes without saying.
Me : your grammar is bad (sok pinter haha)
God : Are you an English teacher?
Me : no
God : Are you serious?
Me : yes
God : I can't believe it.
Me : but my grammar is better than you. Do you want me to teach you? (tambah belagu hohoh)
God : Do robots have grammar is better than me? You are welcome to try.
Me : I don't get it
God : Oh I'm sorry. Perhaps I can explain it again better.
Me : so explain it
God : " Perhaps I can explain it again better."? so explain it? "It" refers to teach me, I think.
Me : FOR GOD SACKS
God : Your purpose is GOD SACKS.
Me : OKAY! I'M DONE (kepala udah meledak)
God : OK with me too. Next topic?
Me : I said, I'M DONE
God : Next topic?
Me : There's no next topic
God : Why not?
Me : We're done
God : Do you think I am done too?
Me : KITA PUTUS!! (cie...)
God : That input matched my default category.
Me : It's Indonesian
God : Should I know it is?
Me : Yes, of course
God : It goes without saying. I will ask my botmaster to program it.
Me : Okay, I'm leaving
God : Yeah okay, Bye bye.
Me : bye, God
God : Bye bye.
Me : Ups, you're not my God
God : I think there might be a few exception.
Me : bye, jerk
God : Bye for now.
Oke, so, the kesimpulan is, bukan si God yg bodoh, tapi GUE. Iya, gue, cuma orang bodoh yang bisa kepancing marah sama komputer
Jumat, 18 Maret 2011
Jumat, 11 Februari 2011
Promosi Modem
Hari Selasa kemaren gue masuk siang, ga siang juga sih, maksudnya jam 9an gitu. Pas gue lagi siap-siap, ada telpon. Gue bingung, siapakah gerangan yang menelpon di bawah jam 12 siang begini? Daripada telponnya bunyi terus, jadinya gue angkat, yang ngangkat mas-mas.
Gue : Halo.
Mas-mas : Halo. Selamat Pagi. Apa benar ini rumahnya Bapak Fadli (bokap gue)?
Gue : Iya benar.
Mas-mas : Sebelumnya mohon maaf, saya bicara dengan siapa ya?
Gue : Anaknya (Bapak Fadli).
Mas-mas : Kalau boleh tahu, nama mbak siapa ya?
BUSET! GUE DIPANGGIL MBAK! LO PIKIR UMUR GUE 50 TAHUN??
Gue mikir, nama malem apa nama siang yang gue kasih.
Gue : Emm, Lia, eh, Fairuz.
Mas-mas : Oke, mbak Yulia, Mbak Yulia Fairuz Permatasari?
Whaat? Woi, Lia woy, L-I-A
Gue : Engg... Iya (iya iya aja, biar cepet)
Mas-mas : Oke, Mbak Yulia, saya Anto (nama disamarkan demi kepentingan pribadi), saya dari ****** (operator telepon ternama), mau menawarkan modem...
Yaudah, selama pembicaraan mesra Mbak Yulia Fairuz Pematasari dan Mas Anto berlangsung, gue iya iya aja, biar cepet urusannya.
Maafkan aku Mas Anto, walaupun suara mas sepertinya menunjukkan mas itu ganteng seperti Brendon Urie, tetapi ayahku tercinta sudah memasang modem...
Gue : Halo.
Mas-mas : Halo. Selamat Pagi. Apa benar ini rumahnya Bapak Fadli (bokap gue)?
Gue : Iya benar.
Mas-mas : Sebelumnya mohon maaf, saya bicara dengan siapa ya?
Gue : Anaknya (Bapak Fadli).
Mas-mas : Kalau boleh tahu, nama mbak siapa ya?
BUSET! GUE DIPANGGIL MBAK! LO PIKIR UMUR GUE 50 TAHUN??
Gue mikir, nama malem apa nama siang yang gue kasih.
Gue : Emm, Lia, eh, Fairuz.
Mas-mas : Oke, mbak Yulia, Mbak Yulia Fairuz Permatasari?
Whaat? Woi, Lia woy, L-I-A
Gue : Engg... Iya (iya iya aja, biar cepet)
Mas-mas : Oke, Mbak Yulia, saya Anto (nama disamarkan demi kepentingan pribadi), saya dari ****** (operator telepon ternama), mau menawarkan modem...
Yaudah, selama pembicaraan mesra Mbak Yulia Fairuz Pematasari dan Mas Anto berlangsung, gue iya iya aja, biar cepet urusannya.
Maafkan aku Mas Anto, walaupun suara mas sepertinya menunjukkan mas itu ganteng seperti Brendon Urie, tetapi ayahku tercinta sudah memasang modem...
Minggu, 30 Januari 2011
Puncak, ooh Puncak...
Sabtu kemaren bokap gue ngajakin gue ke puncak solanya sekolah tempat beliau kerja lagi ada acara LDKS dan kebetulan keluarga juga bisa ikut. Akhirnya dengan akal yang amat sangat sehat ini gue memutuskan menerima ajakan bokap ke puncak. Sekalian, cuci mata (gak lah! hehe)
Yaudah, abis itu kita sekeluarga pergi ke puncak. Kita nginep di villa yang letaknya amat sangat jauh dari peradaban, pas jalan masuk banyak banget belokan sama tanjakan, apalagi tanjakan yang kedua, bikin deg-degan banget.
Disitu ga ngapa-ngapain sih, tapi, yang bikin seru adalah "Sindrom Puncak" yang diderita oleh keluarga gue. "Sindrom Puncak" adalah nama yang diberikan oleh adek gue Hamzah, kepada sebuah kebiasaan keluarga gue, entah kenapa kalo kita jalan-jalan ke puncak kita sekeluarga selalu diselimuti*halah! dengan rasa humor, terutama adek gue yang satu lagi, Ale. Kalo di rumah, setiap ngelawak, lawakannya jarang banget lucu, eeh, tetapi eh tetapi, setiap kita menginap di puncak, pasti dia yang paling banyak ngelawak disitu. Apalagi kalo udah malem, pasti kita sekeluarga selalu ketawa terbahak-bahak sekenceng-kencengnya.
Terus apa lagi ya?
Oh iya.
Kalian nyadar ga kalo ada yang beda antara Jakarta sama Puncak?
Perbedaannya terletak pada Polisi. Iya, Pak Polisi itu looh, yang berseragam coklat. Tau kan? Coba perhatiin baik-baik deh, polisi-polisi di Puncak itu kalo yang masih muda itu keren-keren, ganteng-ganteng, kalo yang udah agak tua, mereka itu keliatan keren, berwibawa, suka pake kacamata item, pokoknya mirip polisi-polisi yang ada di pilem-pilem Hollywood deh. Kalo di Jakarta? Jangan tanya, seperti yang sering kita liat, setiap kali kita ngeliat wajah mereka, yang ada kita malah takut, bukannya terlindungi (haha maaf Pak Polisi). Tapi, kalo di Jakarta justru polisi-polisi emang harus sangar, biar pada nurut semua. Ya gak ya gak? Tapi kata nyokap gue polisi-polisi di Jalan Thamrin sama kaya yang di Puncak, lebih malah. Walaupun tampang mereka amat sangat berbeda, tetep aja, Brendon Urie ga akan kalah...
Oh! Bukan itu pesan yang mau gue sampaikan heheh. Maksudnya, walaupun tampang mereka ada yang ganteng, ada yang sangar, ada yang keren, tetep aja tugas mereka adalah menjaga keamanan. Polisi kan bukan artis, ga memandang fisik.
Eh? Kok jadi bahas polisi ya?
Yasudahlah, sekian dulu. TTYL!
Yaudah, abis itu kita sekeluarga pergi ke puncak. Kita nginep di villa yang letaknya amat sangat jauh dari peradaban, pas jalan masuk banyak banget belokan sama tanjakan, apalagi tanjakan yang kedua, bikin deg-degan banget.
Disitu ga ngapa-ngapain sih, tapi, yang bikin seru adalah "Sindrom Puncak" yang diderita oleh keluarga gue. "Sindrom Puncak" adalah nama yang diberikan oleh adek gue Hamzah, kepada sebuah kebiasaan keluarga gue, entah kenapa kalo kita jalan-jalan ke puncak kita sekeluarga selalu diselimuti*halah! dengan rasa humor, terutama adek gue yang satu lagi, Ale. Kalo di rumah, setiap ngelawak, lawakannya jarang banget lucu, eeh, tetapi eh tetapi, setiap kita menginap di puncak, pasti dia yang paling banyak ngelawak disitu. Apalagi kalo udah malem, pasti kita sekeluarga selalu ketawa terbahak-bahak sekenceng-kencengnya.
Terus apa lagi ya?
Oh iya.
Kalian nyadar ga kalo ada yang beda antara Jakarta sama Puncak?
Perbedaannya terletak pada Polisi. Iya, Pak Polisi itu looh, yang berseragam coklat. Tau kan? Coba perhatiin baik-baik deh, polisi-polisi di Puncak itu kalo yang masih muda itu keren-keren, ganteng-ganteng, kalo yang udah agak tua, mereka itu keliatan keren, berwibawa, suka pake kacamata item, pokoknya mirip polisi-polisi yang ada di pilem-pilem Hollywood deh. Kalo di Jakarta? Jangan tanya, seperti yang sering kita liat, setiap kali kita ngeliat wajah mereka, yang ada kita malah takut, bukannya terlindungi (haha maaf Pak Polisi). Tapi, kalo di Jakarta justru polisi-polisi emang harus sangar, biar pada nurut semua. Ya gak ya gak? Tapi kata nyokap gue polisi-polisi di Jalan Thamrin sama kaya yang di Puncak, lebih malah. Walaupun tampang mereka amat sangat berbeda, tetep aja, Brendon Urie ga akan kalah...
Oh! Bukan itu pesan yang mau gue sampaikan heheh. Maksudnya, walaupun tampang mereka ada yang ganteng, ada yang sangar, ada yang keren, tetep aja tugas mereka adalah menjaga keamanan. Polisi kan bukan artis, ga memandang fisik.
Eh? Kok jadi bahas polisi ya?
Yasudahlah, sekian dulu. TTYL!
Jumat, 28 Januari 2011
Hohahohahohh
Aduh, nulis apa ya? Kegiatan di sekolah aja kali ya?
Tadi di sekolah pas lagi istirahat gue main ke kelas XI IPS 1, abisnya ga ada kerjaan di kelas gue. Disitu ada Eva, Tyan, Ginda, Alegra, Reka, sama Resty. Resty sekelas sama gue.
Gue disitu ngapain ya?
Oh iya.
Biasalah, gue main, berkunjung ke kelasnya Eva sama Tyan, BFF gue, sama-sama anggota geng Barbie (Geng Barbie, Giiiiirl Power!! Oke, norak, gue tau) sama gue, Cinde, Hanung, dan Anis.
Kocak banget masa, tadi si Alegra ngeliat lututnya Tyan basah, terus dia bilang, "Kamu pipis ya? Berarti tempat pipisnya ada di lutut dong". Terus, karena Alegra bilang suatu hal yang bikin Tyan ngilu, dia keluar kelas, pergi ke kamar mandi. Ternyata eh ternyata, Tyan kalo ketawa geli langsung kebelet pipis. Hohahohahohh.
Pas keluar dari kelas itu, perut gue langsung sakit gara-gara kebanyakan ketawa.
Rabu, 26 Januari 2011
Personal Blog
OKE!*lebay, jadi, gue udah memutuskan kalau blog yang satu ini akan menjadi personal blog gue, karena dipikir-pikir, mana ada blog yang katanya temanya tentang sejarah, tapi semua postnya isinya tentang KTP sama kado ulang tahun. Bisa ga diterima nanti sama guru gue.
Jadi, gue akan bikin blog lain yang buat tugas sekolah itu tuh
oke, itu aja. TTFN!
Jadi, gue akan bikin blog lain yang buat tugas sekolah itu tuh
oke, itu aja. TTFN!
Selasa, 25 Januari 2011
Thanks for The Gifts!
Enaknya punya temen banyak adalah pas hari ulang tahun, kado kita juga banyak haha. Pas hari ulang tahun yang ke 17 kemaren, gue mendapatkan kado yang luar biasa banyaknya.
Aduh aduh, makasih ya sahabat-sahabatkku tercinta Anis, Cinde, Eva, Hanung, Tyan.
Dateng ke rumah gue pake ga bilang-bilang lagi, walaupun ketahuan juga sih.
Ini dia kadonya:
Makasih juga buat ucapan selamatnya buat yang lain yang tidak bisa disebutkan saking banyaknya (gue orangnya emang banyak temen haha ga deh).
Aduh aduh, makasih ya sahabat-sahabatkku tercinta Anis, Cinde, Eva, Hanung, Tyan.
Dateng ke rumah gue pake ga bilang-bilang lagi, walaupun ketahuan juga sih.
Ini dia kadonya:
![]() |
| Celengan Beruang dari Anis, katanya biar gue nabung |
![]() |
| Sepatu dari Cinde. Tau juga dia gue ga punya sepatu cewe |
![]() |
| Jam Micky Mouse dari Eva. Ada tempat fotonya, bisa masang foto mesra gue dengan Mas Brendon Urie deh hoho |
![]() |
| Replika Kue dari Hanung aka. Peri Kado. Ada bonus permen rasa rujak juga |
![]() |
| Dompet dari Tyan. Akhirnya punya dompet baru juga, tau aja dia gue mau beli dompet. |
Oke, guru ngaji udah dateng, sekian dan terimakasih! :)
KTP!! Aku Punya KTP!!
Senangnya udah bisa megang KTP. My father said that gue udah bisa bertindak sendiri secara hukum, cie ciee, tinggi banget bahasanya.
Waktu ke kantor kelurahan buat foto, di kantor kelurahan yang ada bapak-bapak sama ibu-ibu doang. Terus pas gue masuk, mereka seakan-akan ngeliatin gue dengan pandangan yang sepertinya berarti, "Wah, anak muda, pasti baru mau bikin KTP nih", atau, "Wah, anak ini cantik juga, pasti nama pacarnya Brendon Urie"<-- NGAREP PARAH.
Terus, pas nama gue dipanggil, tiba-tiba semua mata tertuju padaku, lalu gue berjalan layaknya seorang Putri Indonesia sambil melambaikan tangan ala Putri Indonesia (tangan rapat, terus berputar bolak-balik), lalu pak lurah memakaikan mahkota di atas kepalaku, oke bukan gitu ceritanya, bagian mata tertuju emang bener, tapi soal pak lurah dan mahkotanya tidak benar, karena disitu tidak ada pak lurah.
Oke, setelah nama gue dipanggil, gue masuk ke tempat foto, terus difoto sama mas-masnya. Abis itu gue pulang deh.
Seminggu kemudian gue mengambil KTP gue yang terpampang foto gue yang cantik dan imut banget.
oke, sekian dan terimakasih.
Waktu ke kantor kelurahan buat foto, di kantor kelurahan yang ada bapak-bapak sama ibu-ibu doang. Terus pas gue masuk, mereka seakan-akan ngeliatin gue dengan pandangan yang sepertinya berarti, "Wah, anak muda, pasti baru mau bikin KTP nih", atau, "Wah, anak ini cantik juga, pasti nama pacarnya Brendon Urie"<-- NGAREP PARAH.
Terus, pas nama gue dipanggil, tiba-tiba semua mata tertuju padaku, lalu gue berjalan layaknya seorang Putri Indonesia sambil melambaikan tangan ala Putri Indonesia (tangan rapat, terus berputar bolak-balik), lalu pak lurah memakaikan mahkota di atas kepalaku, oke bukan gitu ceritanya, bagian mata tertuju emang bener, tapi soal pak lurah dan mahkotanya tidak benar, karena disitu tidak ada pak lurah.
Oke, setelah nama gue dipanggil, gue masuk ke tempat foto, terus difoto sama mas-masnya. Abis itu gue pulang deh.
Seminggu kemudian gue mengambil KTP gue yang terpampang foto gue yang cantik dan imut banget.
![]() |
| Fotonya gaul parah |
Senin, 24 Januari 2011
Post Pertama...
Masih bingung mau ngisi blog ini dengan tema apa. Tadinya sih mau ngisi sama yang ada hubungannya dengan ekonomi secara gue anak IPS gitu. Tetapi eh tetapi kayanya ekonomi itu susah, dan gue juga kurang tertarik takutnya malah berantakan nanti blognya. Jadinya gimana?
Kata temen gue isi sama hal-hal yang lo suka. Jadi, berhubung disuruhnya yang bertema pendidikan, dan gue lumayan suka sejarah, kayanya gue akan mengisi blog ini dengan hal-hal yang berbau sejarah.
Membosankan memang, tapi gue, sebagai orang yang bertanggung jawab atas keindahan blog ini*halah, bakal berusaha membuat post-post gue yang berbau sejarah ga membosankan dan enak dibaca sama anak-anak muda kaya kita yang gaul parah ini.
Oke, adikku sudah minta gantian. Bye!
Halo, Hello, Hola (Apaan sih?)
HALO!*lebay. Senangnya bisa bikin blog. Sebenernya tadinya bikin blog cuma gara-gara disuruh, tapi jadi terdorong untuk bener-bener bikin blog. Jadi nanti (Insya Allah) blognya bakal ke-urus, ga berantakan.
Jadi, ehm, ngapain ini, bingung nulis apaan.
Aduh gimana ya?
Oke, jadi, penulis blog yang satu ini yang bernama Fairuz Aulia Fadli lagi bergembira ria karena udah punya KTP karena sekarang umurnya 17 tahun. Kalo mau manggil namanya jangan sekali-kali manggil GENDUT, LEMAK, GAJAH, DLL (oke, gue emang memiliki kelebihan lemak, tapi gue lebih suka dipanggil nama). Biasanya dipanggil Fairuz, Fai, Faye, kalo dirumah dipanggil Uni.
Adalah seorang siswa biasa di SMAN 12 Jakarta, benar-benar siswa biasa, tidak ada yg mengenalnya kecuali teman dekat dan keluarga dan benar-benar bukan siswa yang aktif di sekolah. Tapi jangan salah, gini-gini anaknya gaul mampus, imut lagi<--FITNAH!. Si anak-kurang-aktif ini mengikuti ekskul Bahasa Jepang yang gaul abis.
Oke, it's 1:02 a.m. now, sudah waktunya tidur.
Bye!
Jadi, ehm, ngapain ini, bingung nulis apaan.
Aduh gimana ya?
Oke, jadi, penulis blog yang satu ini yang bernama Fairuz Aulia Fadli lagi bergembira ria karena udah punya KTP karena sekarang umurnya 17 tahun. Kalo mau manggil namanya jangan sekali-kali manggil GENDUT, LEMAK, GAJAH, DLL (oke, gue emang memiliki kelebihan lemak, tapi gue lebih suka dipanggil nama). Biasanya dipanggil Fairuz, Fai, Faye, kalo dirumah dipanggil Uni.
Adalah seorang siswa biasa di SMAN 12 Jakarta, benar-benar siswa biasa, tidak ada yg mengenalnya kecuali teman dekat dan keluarga dan benar-benar bukan siswa yang aktif di sekolah. Tapi jangan salah, gini-gini anaknya gaul mampus, imut lagi<--FITNAH!. Si anak-kurang-aktif ini mengikuti ekskul Bahasa Jepang yang gaul abis.
Oke, it's 1:02 a.m. now, sudah waktunya tidur.
Bye!
Langganan:
Postingan (Atom)





